Kamus Bahasa Anak


Diposting dalam kategori: Blog

Ada-ada saja tingkah anak-anak, kadang menyenangkan tapi gak jarang juga bikin naik pitam. Tapi yang pasti kita sangat bahagia dengan kehadiran anak-anak dikeluarga kita walaupun kita sering jengkel dengan tingkah laku anak-anak yang tidak sesuai dengan keinginan kita.
Bahkan terkadang hanya gara-gara hal sepele seperti kita tidak tau apa yang dimaksud/dikatakan, anak-anak langsung menangis atau mengamuk. Itulah yang sering saya alami selama punya anak kedua yang bernama Raditya yang kebetulan omongannya belum begitu lurus walaupun usianya sudah lebih dari 2 tahun. Sangat berbeda dengan anak pertama saya (Abdillah) yang perkataannya sudah sangat jelas sejak dia berusia satu tahun. Tapi yang namanya anak, saya tidak mau membedakannya hanya karena omongannya.

Adakah diantara anda yang pernah dengar kata/istilah lesettel? Saya yakin anda semua belum pernah dengar kata tersebut.
“Yah, yah… ada lesettel bot, bannak. Ada lesettel ben becaaaalll ali…! Lesettel apa agi yah…?”, kata adek Radit pada suatu malam sebelum tidur.  Apa itu lesettel..? Dalam kamus bahasa apapun mungkin kata lesettel tidak ditemukan. Tapi dalam kamus bahasa Radit, lesettel itu artinya “loudspeaker” atau lebih akrab disebut speaker. Itulah sebabnya kita sebagai orang tua harus memiliki apa yang disebut “Kamus Bahasa Anak”.

Entah kapan pastinya adek radit “tergila-gila” dengan lesettel, tapi yang pasti adek sangat takut kalau disuruh dekat dengan lesettel. “Atek tatut sama lesettel yah”, kata adek Radit. “Kenapa tatut…?” tanya ayah. “Di lesettel ada otoluwol-na..!”
Apa lagi ini..? Otoluwol. Kalau tidak tau apa yang dimaksud, biasanya adek marah dan memukul. Jadi, mau-tidak-mau ya harus tau apa yang dikatakannya. Capek deh dek..!

Setiap kali bertamu ke rumah orang, yang pertama dicarinya adalah benda bernama lesettel itu. Kalau ada lesettel, pasti ditunjuknya.
Kalau dihitung, rata-rata adek radit setiap harinya menyebut kata “lesettel” sebanyak ± 300-500 kali. Gak percaya…? wajar kalau tidak percaya. Tapi kenyataannya memang demikian. Bahkan sebelum tidur-pun yang dibahas hanya lesettel dan lesettel. Adek Radit lupa dengan kata lesettel hanya saat dia tidur.

Yang lebih aneh lagi, lesettel biasanya saya digunakan untuk obat nangis dan marahnya adek Radit. Lagi nangis atau lagi mengamuk, setiap diajak cerita tentang lesettel, pasti langsung bersahabat.
“Dek-dek, tadi ayah tengok dikota ada lesettel bannaaaakk kali”, kata saya kalau adek lagi mengamuk atau lagi nangis. Adek spontan menjawab: “Iya yah… lesettel apa lati yah?”. Bla,bla,bla…

Selain kata lesettel yang artinya loudspeaker, ada banyak lagi istilah/kata dalam kamus anak kami yang kami gunakan untuk berkomunikasi dengan adek Radit, diantaranya:
bot = keyboard (lesettel bot = loudspeaker kyeboard)
janan/sanan = jangan
bannak = banyak
becal ali=besar kali
otoluwol=gondoruwo
dipotoktan=dirondokkan (disembunyikan)
patek=pakek (pakai)
potol=pukul
sasa=jajan
mati=mandi
matan=makan
topoltan=kumpulkan
tupit=sempit
culat=sholat
ala-ala=jalan-jalan
anya=sayang
catiti=jam dinding
tulah=sekolah
dan sebagainya…

Itulah sebagian kecil kata-kata dalam kamus bahasa anak yang harus saya hafal agar bisa melakukan conversation dengan anak saya. Walaupun kata-kata tersebut tidak saya catat dalam kamus, tapi saya sudah hafal karena setiap hari harus saya gunakan. Bagaimana dengan anda para orang tua…?

Ditulis oleh: ayah (06 November 2009 @ 21:13:19)
Tags :

 

Artikel Terkait


Suka dengan artikel ini? Silahkan di-sharing!

RSS Digg Twitter StumbleUpon Delicious Technorati Facebook

2 Komentar

Komentar
13/11/09
07:36:14
#1 hakim :

tetek : cecak , babah :abah ” . brrrt : ee <d aq nyebute nyanyi?, karena rumah q bareng ama rumah makan. mbok ada yg dgr malah brs jijik, jd kluarga q nyebut ee dgn NYANYI . . THANKS

17/03/10
18:27:48
#2 aulia :

Namanya juga balita ngomongnya belum beitu jelas, aulia bilang libur ya jadi libul heheheheheehe

Berikan Komentar Anda

Nama

Email

Website

Artikel Sebelumnya
« Cara Install MySQL
Artikel Selanjutnya
Update R7SE_006-009 »
Powered by Wordpress   |   Lunated designed by ZenVerse | Sponsored by FXOpen Forex Broker